Biologi Kelas 9 | Organ pada Sistem Eksresi Manusia

Ekskresi adalah proses pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak berguna lainnya. Ekskresi merupakan proses yang ada pada semua bentuk kehidupan baik makhluk hidup multiseluler maupun uniseluler. Pada organisme bersel satu, produk buangan dikeluarkan secara langsung melalui permukaan sel.

Pada manusia pengeluaran zat sisa metabolisme (ekskresi) melibatkan organ-organ pencernaan yaitu paru-paru, hati, kulit, dan ginjal (agar mudah mengingatnya sigkat organ-organ tersebut menjadi (Pa-Ha-Ku-Gatal).

Paru-paru
Selain sebagai organ pernapasan, paru-paru juga berfungsi dalam ekskresi. Sebagai organ sistem ekskresi paru-paru mengeluarkan karbon dioksida (CO2).

Hati
Hati adalah kelenjar terbesar pada manusia, hati berfungsi sebagai penghasil empedu dan urea.

Empedu dihasilkan dari hasil perombakan sel darah merah. Getah empedu ditampung di dalam kantung empedu dan disalurkan ke usus 12 jari.

Komponen penyusun getah empedu adalah garam empedu dan zat warna empedu.

Garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan makanan yaitu untuk mengemulsi lemak. Sedangkan zat warna empedu tidak berfungsi sehingga harus diekskresikan. Zat warna empedu yang diekskresikan ke usus 12 jari, sebagian menjadi sterkobilin, yaitu zat yang mewarnai feses dan beberapa diserap kembali oleh darah dibuang melalui ginjal sehingga membuat warna pada urine yang disebut urobilin. Kedua zat ini mengakibatkan warna feses dan urine kuning kecoklatan.

Urea adalah salah satu zat hasil perombakan protein. Karena zat ini beracun bagi tubuh maka harus dibuang keluar tubuh. Dari hati urea diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.

Kulit
Kulit adalah jaringan yang terletak pada bagian luar tubuh. Kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu, epidermis, dermis, dan jaringan ikat bawah kulit.

Epidermis disebut juga kulit ari, terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan tanduk dan lapisan malpighi.

  • Lapisan tanduk adalah lapisan epidermis paling luar, tidak terdapat pembuluh darah dan serabut saraf karena merupakan sel-sel mati dan biasanya mengelupas. Lapisan tanduk dapat kamu temukan pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Lapisan malpighi letaknya tepat di bawah lapisan tanduk. Sel-selnya berpigmen untuk menentukan warna kulit.

Dermis disebut juga kulit jangat, terletak di bawah epidermis. Pada lapisan dermis terdapat ebebrapa jaringan dengan fungsi tertentu yaitu :

  • Kelenjar keringat, yang berfungsi untuk menghasilkan keringat. Keringat tersebut bermuara pada pori-pori kulit. 
  • Kelenjar minyak, yang berfungsi untuk menghasilkan minyak guna menjaga rambut tidak kering. Kelenjar ini letaknya dekat akar rambut.
  • Pembuluh darah, yang berfungsi untuk mengedarkan darah ke semua sel atau jaringan termasuk akar rambut.
  • Ujung-ujung saraf. Ujung saraf yang terdapat pada lapisan ini adalah ujung saraf perasa dan peraba.
Jaringan ikat bawah kulit di dalamnya terdapat jaringan lemak (adiposa). Jaringan ini berfungsi antara lain untuk penahan suhu tubuh dan cadangan makanan.

Dengan adanya berbagai jaringan yang terdapat di dalamnya, maka kulit dapat berfungsi sebagai:

  1. indra peraba dan perasa
  2. pelindung tubuh terhadap luka dan kuman
  3. tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet cahaya matahari
  4. penyimpan kelebihan lemak
  5. pengatur suhu tubuh


Ginjal
Ginjal bentuknya mirip dengan biji kacang merah berjumlah sepasang, ginjal sebelah kanan letaknya lebih rendah dibanding dengan ginjal sebeah kiri.

Bahasan tentang ginjal dapat kamu pelajari melalui video di bawah ini.

Previous
Next Post »

Guru Indonesia